Di Jerman, sebagian dari mahasiswa Ph.D (program doktoral) ternyata merupakan pekerja paruh waktu. Artinya seorang Profesor dapat mempekerjakan seseorang di dalam project penelitiannya, sekaligus membimbingnya dan pada akhir project sang pekerja tersebut mendapatkan gelar Ph.D, dari hasil kerje mereka (biasanya dalam bentuk penelitian bersama, tulisan laporan maupun jurnal ilmiah). Sebagai pekerja paruh waktu, mahasiswa Ph.D. tersebut berhak mendapatkan upah (gaji) yang akan digunakan sebagai beasiswa. Waktu kerja mereka hanya sekitar 20 jam per minggu dengan gaji (beasiswa) cukup hidup 1 bulan di Jerman (biasanya berkisar 1000-1500 euro/bulan).

Sebenarnya ini merupakan peluang bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Saat ini, kesempatan ini banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa dari China dan India. Mungkin ini dapat menjadi pemikiran bagi para senior di UNSOED untuk lebih meningkatkan kerjasama dan informasi dengan perguruan tinggi di Eropa. Kerjasama bukan untuk keuntungan diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Setidaknya ini menjadi informasi bagi mereka yang berminat, bahwa ternyata beasiswa dapat didapat dari berbagai jalan. (har)